Taman Kunang-Kunang Margaretha

Taman Kunang-Kunang Miniatur Halimun Bogor, Melihat Cahaya

Diposting pada

Kalau ke Bogor, bisanya membeli asinan Bogor, atau jajan oleh-oleh. Kalau memiliki si kecil bisa mengedukasi anak-anak bagaimana mengetahui kunang-kunang.

Taman Kunang-Kunang di Miniatur Halimun Bogor ini merupakan destinasi yang ada di wilayah Mega Mendung.

Melihat kunang-kunang di habitatnya, merupakan destinasi yang banyak ditanya oleh wisatawan. Terutama pecinta alam yang sangat peduli dengan destinasi Taman dan alam.

Karena banyak juga yang belum tahu mengenai destinasi ini. Kunang-kunang adalah serangga yang bisa menyala di saat gelap.

Kunang-kunang terdapat di Highland Camp Curug Panjang. Nama latin dari kunang-kunang adalah Lampyridae, merupakan serangga dalam ordo Coleoptera. Serangga Kunang-Kunang menghasilkan cahaya bewarna merah pucat, kuning dan hijau.

Apa saja destinasi yang ada untuk berkunjung ke Taman Kunang-Kunang Mega Mendung atau Miniatur Halimun Bogor?

Study Tour untuk anak-anak

Biasanya wisata ini dijadikan study tour untuk anak-anak. Banyak sekolah yang mendatangi wisata alam. Kota Jakarta sama majunya dengan kota-kota yang lain.

Baca juga:  Tak Melulu Itu, Travel Semarang ke Bandung Beri Kesan Beda

Selain untuk anak-anak, Taman Kunang-Kunang merupakan destinasi para pecinta alam. Banyak juga sekarang yang aware dengan destinasi seperti ini.

Destinasi para Fotographer

Bagi fotograher yang suka dengan nuansa alam, pasti akan datang nih. Banyak wisatawan asing berdatang ke Taman Kunang-Kunang Miniatur Halimun Bogor untuk melihat mengenai kunang-kunang.

Merupakan kebahagiaan bisa melihat hasil jepretan kunang-kunang di Bogor.

Destinasi Para Pecinta alam

Yang suka berpetualangan atau menyukai kegiatan alam outdoor pasti bakalan senang juga berkunjung ke Taman Kunang-Kunang Miniatur Halimun Bogor.

Bisa mempelajari alam dan bersantai dari kehidupan Kota Jakarta yang pada dan sibuk.

Banyak juga loh pecinta alam yang selalu menghabiskan waktunya di alam. Dan sudah banyak juga pengikutnya. Di kampus juga tersedia berbagai banyak kegiatan pecinta alam. Jadi destinasi ini juga sudah umum ya.

Baca juga:  5 Travel Purbalingga Jakarta, Pernah Naik yang Mana?

Mengapa kunang-kunang bisa menyala?

Fungsi dari cahaya pada kunang-kunang adalah untuk menghalau predator. Sehingga predator menjadi takut dan tidak mengincar kunang-kunang.

Sayang ya, banyak habitat yang dirusak oleh manusia. Hal ini banyak menjadi perdebatan di antara peduli lingkungan dan ekosistem.

Penjelasan Mengapa Kunang-Kunang Menyala

Cahaya Kunang-Kunang merupakan hasil dari reaksi kimia yang disebabkan oleh senyawa organik yang ada di perut kunang-kunang.

Dilansir dari berbagai pendapat mengenai kunang-kunang, perutnya merupakan sistem penceranaan.

Ada juga penjelasn cahaya kunang-kunang berasal dari udara dingin.

Bertenda dan Melihat Kunang-Kunang

Bagaimana melihat kunang-kunang, destinasi sederhana  merupakan cara untuk melihat kunang-kunang di alamnya.

Wah, bertenda dengan cuaca yang dingin, menghirup udara segar, dan melihat kunang-kunang terbang dengan lampunya menjadikan hari lebih berarti.

Baca juga:  Berencana Wisata Kuliner ke Jogja? Coba Deh Kulineran Disini

Bertenda dan melihat kunang-kunang juga memiliki nilai, tidak mengganggu habitatnya, dan belajar bagaimana alam memiliki nilai kehidupan.

Tips untuk Berwisata

Karena udara di Bogor dingin, perlu membawa jaket, dan kaus kaki. Bekal makanan ringan juga perlu. Termos untuk menyedu teh, dan berbagai keperluan lainnya.

Ada juga loh artikelnya, bisa browsing dan lihat-lihat mengenai Kunang-kunang.

Menuju Ke Mega Mendung Taman Kunang-Kunang.

Menggunakan KRL menuju Bogor, ada peralihan stasiun di Tanah Abang sehingga transit di Manggarai. Tidak lama menunggu KRL dari Tanah Abang, turun di pemberhentian terakhir Bogor.

Taman Kunang-Kunang Miniatur Halimun Bogor merupakan destinasi yang semakin populer di masyarakat. Karena banyak loh edukasi yang ada di taman Kunang-Kunang.

Pemerhati wisata juga mengetahui hal ini, dan semoga ada banyak yah destinasi wisata Indonesia yang dikelola menjadi lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *