Harga Tiket Urban Farming Purwakarta 2020

Diposting pada

Obyek wisata saat ini memang mengeliat begitu cepat. Tak hanya bertolak pada suatu tempat memang memiliki potensi alam, namun tanah kosong pun bisa saat ini bisa disulap menjadi obyek wisata yang menarik. Salah satu dari sekian wisata buatan, namun tetap menarik ada di Purwakarta Jawa Barat. Apalagi kalau bukan Urban Farming Purwakarta.

Harga Tiket Urban Farming Purwakarta
instagram.com/urbanfarmpwk

Mendengar istilah yang diusung, maka tepat apabila kamu menebak destinasi baru ini mengusung wisata pertanian. Secara garis besar, memang tempat ini menawarkan view berbagai tanaman holi hingga tanaman pangan. Dengan konsep edukasi dan hiburan, kawasan ini pun juga dilengkapi dengan berbagai tanaman bunga hingga spot foto ala wisata zaman now.

Isi Urban Farming Purwakarta

Kalau sekilas mungkin kamu langsung klik kalau tempat ini ya sebuah taman dengan konsep pertanian gitu. Kalau di Jawa Timur itu ada Bale Tani Jombang, sedangkan di Jabar tepatnya di Purwakarta ini disebut ‘urban farming’ ya lebih modern gitulah kesanya.

Rumah warna warni

Sejumlah rumah yang disebut-sebut rumah para petani warga Eropa sono ada disini. Tak hanya mirip, namun aneka warna yang menyelimuti rumah-rumah tersebut menjadi rumah ini menjadi salah satu spot yang sukai oleh netizen. Terbukti dari adanya unggahan di medsos akan rumah pak tani ini.

Aneka tanaman

Sesuai dengan namanya ‘farming’ di tempat ini kamu akan disuguhkan dengan berbagai tanaman pertanian. Tak hanya padi, namun ada pula berbagai tanaman sayur-sayuran. Ada pula berbagai tanaman bunga yang menghiasi taman yang mana menjadi lokasi tampak lebih indah dan berwarna. Tak pelak kalau tempat ya memang instagramable.

Aneka bintang

Destinasi ini memang layak banget kalau disebut sebagai wisata edukasi. Pasalnya selain bisa mengenal berbagai macam tanaman, pengunjung jua bakal bisa melihat berbagai hewan ternak. Ada ayam, bebek, kelinci, hingga kambing. Tak hanya bisa dipandang, namun bisa diajak foto juga lho “coba tanyain kalau gak percaya he he”

Urban Farming Purwakarta
instagram.com/urbanfarmpwk

Soal fasilitas obwis ini gak perlu ditanya lagi. Tentunya sudah begitu lengkap. Kalau soal mushola dan toilet so pasti ada. Dilengkapi pula semacam cafe yang mana asik untuk menikmati makanan atau minuman sembari menatap indahnya kawasan taman ini.

Harga tiket masuk Urban Farming Purwakarta

Pada tahun 2020, harga tiket masuk Urban Farming Purwakarta hanya sebesar 15k per orang. Ada yang menyebutkan HTM ini tergolong murah dan pengunjung masih akan dapat satu kantong benih tanaman. Bagi anak-anak usia dibawah 5 tahun ternyata juga free.

  • Tiket masuk: Rp. 15.000

Seorang netizen yang mengulas di Google Maps mendapatkan sabungkus bibi tomat, lalu seorang pengunjung dengan channel Youtube Bang Yoga juga mendapatkan benih tomat. Yang jelas gak bisa milih lho ya. Bayar tiket, itu yang didapat.

Lokasi Urban Farming Purwakarta

Tempat wisata dengan konsep taman pertanian ini berada tak jauh-jauh dari arah Kota. Dari arah Taman Sribaduga Situ Buleud tinggal ambil ke arah utara. Sampainya di SMA 1 Campaka masih lurus lagi. Barulah setelah tiba di pertigaan setelah Bank Bjb ambil kanan. Ikuti jalan tersebut menuju ke arah Desa Benteng. Lokasi sebelum Kantor Kepala Desa Benteng. Kalau Sudah sampai di Balai Desa, berarti kamu kelewat geng.

  • Alamat: Jl. Pertanian Desa Benteng, Kec. Campaka, Kab. Purwakarta, Jawa Barat
  • Hp: 0811-1163-115

Jam buka

Wisata Urban Farming Center Purwakarta ini tidak buka setiap hari lho. Dengan demikian pastikan kamu tidak kesana pada saat tempat wisata ini tidak beroperasi. Berdasarkan review dari netizen jam bukanya adalah dari jam delapan pagi hingga jam empat sore. Hari bukanya ada dari Selasa hingga Ahad, hari senin tutup.

  • Senin: Tutup
  • Selasa – Ahad: 08.00 – 16.00 WIB
Harga Tiket Urban Farming Purwakarta 2020
instagram.com/namaku_de

Sangat disarankan untuk tidak datang ke obyek wisata Urban Farming Purwakarta ini pada siang hari. Pasalnya saat-saat tersebut sang surya sedang terik-teriknya, sedangkan kawasan ini bersifat terbuka. Dengan demikian suasana disana bakal panas. Apalagi kalau gak ada angin ya lewat “wah makin kaya apa ya”. Akan tetapi kalau mau nekat gak apa sih, boleh bawa payung, topi, kacamata, dan sunblock. Bisa pula berteduh di area tempat makan yang ada disana sembari minum es.

Bagikan di Sosmed
Gambar Gravatar
Agungnesia adalah blogger yang aktif menulis disejumlah blog: LinguistikId.com, JadwalTravel.com, Agung Id, JadwalTravel.info, dll. Selain itu Agungnesia juga melayani jasa pembuatan website di agungnesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *