Lawang Sewu
Instagram toniktriananto

Hati-hati! Jangan ke Ruangan Ini Kalau ke Lawang Sewu Semarang

Diposting pada

Lawang Sewu merupakan bangunan bersejarah masa kolonial Belanda yang berada di kota Semarang dan difungsikan sebagai Kantor Pusat Perusahaan Kereta Api Swasta (Het Hoofdkantoor van de Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij-NIS), dimana perusahaan ini merupakan cikal bakal perkembangan industri perkretaapian di Indonesia.

Pembangunan kompleks ini dimulai pada tanggal 27 Februari 1904 hingga 1 Juli 1907 dengan Prof. Jakob F. Klinkhamer dan B.J. Ouendag dari Amsterdam sebagai arsitekturnya. Gaya bangunan yang diusung oleh kedua arsitektur merupakan gaya arsitektur art deco.

Menariknya, bangunan Belanda ini tidak hanya di design oleh Klinkhamer dan Ouendag namun juga di design oleh Thomas Karsten dimana kala itu Ia merupakan arsitek termuda yang membuat gedung D dan E serta merupakan arsitek terakhir yang mendesign gedung tersebut.

Sebenarnya jumlah lawang atau pintu yang ada di bangunan ini tidak mencapai 1000, jika dihitung jumlah keseluruhan pintu yang ada hanyalah 928 lawang saja.

Penamaan Lawang Sewu diambil karena bangunan Belanda ini memiliki banyak sekali pintu, bangunan dengan ciri khas klasik Belanda ini juga mendapat julukan sebagai bangunan Seribu Pintu atau bangunan dengan Seribu Kisah.

Daya tarik dan mitos yang ada di Lawang Sewu

Bangunan ini dirancang dengan bentuk yang sederhana namun elegan yang dapat terlihat pada dominan detail bangunan berupa elemen lengkung sederhana dan bentuk gedung yang menyerupai huruf L

Baca juga:  Travel Jogja Semarang Antar Jemput Penumpang 081215333400

Bangunan Belanda tersebut juga dilengkapi dengan sejumlah jendela dan pintu yang berfungsi sebagai sirkulasi udara pada masa itu.

Jika ditilik lebih lanjut bangunan ini sebenarnya memiliki banyak jendela yang menjulang tinggi dengan bentuk yang melebar, kadang sering di salah artikan jika bangunan yang berupa jendela ini disangka oleh banyak orang sebagai pintu.

Ada sekitar tiga lantai dengan dua sayap yang membentang ke bagian kanan bangunan dan ke bagian kiri bangunan dimana tiga lantai tersebut terdapat pada bangunan utama dari kompleks ini.

Saat masuk kebagian bangunan utama pengunjung akan mendapati sebuah tangga besar untuk menuju ke lantai dua.

Diantara tangga yang besar tersebut terdapat gambar yang terbuat dari gelas dimana gambar tersebut merupakan dua sosok wanita muda Belanda.

Tentunya, bangunan ini memiliki banyak lorong-lorong Panjang yang terkadang terlihat seram saat suasana sunyi.

Pada bagian-bagian Lorong ini terdapat beberapa papan bacaan dimana papan tersebut berisi seputar informasi dan sejarah bangunan Belanda ini.

Baca juga:  Berburu Kuliner Purwokerto yang Jadi Langganan

Saat menyusuri bangunan Belanda nan megah ini, pengunjung juga dapat melihat beberapa koleksi antik yang di pamerkan seperti koleksi Alkmaar, Replika Lokomotif Uap, Surat Berharga, Mesin Hitung, Mesin Edmonson, Mesin Tik, dan masih banyak lagi.

Pada pintu keluar bangunan ini terdapat juga sebuah perpustakaan yang memiliki berbagai macam koleksi buku yang membahas tentang perkeretaapian.

Tidak semua tempat yang ada di Gedung ini dapat di kunjungi oleh wisatawan. Pasalnya ada beberapa tempat tertentu dimana wisatawan tidak diperbolehkan berada di sana, seperti mengunjungi ruang bawah tanah.

Ruang bawah tanah yang berada di gedung ini difungsikan sebagai saluran pembuangan air pada masa Kolonial dan berubah menjadi penjara serta tempat pembantaian pada masa pendudukan Jepang.

Di tahun 2014 hingga hari ini ruang bawah tanah di tutup dengan keterangan sedang dilakukan pemugaran sehingga pengunjung tidak dapat melihat ruang yang penuh misteri dan cerita horor ini.

Ruang bawah tanah ini juga memiliki mitos yang masih dipercaya hingga kini dimana ruang ini mampu menghantarkan atau memiliki Lorong yang tembus hingga ke Laut Jawa.

Baca juga:  10 Cursos de Formação de Analistas de Dados EdApp Programas de micro-aprendizagem

Mitos ini sudah di tepis namun mitos ini sudah terlanjur menyebar di masyarakat luas. Fakta yang sebenarnya adalah ruangan bawah tanah yang ada di dalam gedung merupakan basement dengan gaya arsitektur tempo dulu.

Lokasi wisata, harga tiket masuk, dan jam operasional wisata Lawang Sewu

Wisata ini terletak persis di sisi bagian timur Tugu Muda Semarang, atau di dapat terlihat dari sudut jalan Pandanaran serta jalan Pemuda. Alamat lengkapnya ada di Jl. Pemuda No.160, Sekayu, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132.

Lokasinya tidak jauh dari tempat wisata Kota Tua Semarang hanya membutuhkan waktu kurang lebih 11 menit perjalanan. Sedangkan jika dari wisata Heritage jaraknya sangat dekat sekali, cukup dengan 5 menit perjalanan saja.

Tarif yang dikenakan untuk wisata ini cukup bervariasi. Untuk orang dewasa dikenakan biaya sebesar Rp 20.000, untuk pelajar harga tiket yang dikenakan sekitar Rp 10.000 dan untuk wisatawan mancanegara sekitar Rp 30.000

Jam operasional wisata peninggalan kolonial Belanda ini dimulai pada pukul 08.00 – 17.00 WIB khusus Weekday dan pukul 08.00 – 20.00 WIB khusus Weekend

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *